29 September 2018
Teruntuk tuan yang punya nama,
yang karena nya pohon berbuah nada
dan senandung bermuatan spektrum warna
Sangka tiba sebelum surya mampir
Menelan probabilitas yang tidak disangka hadir
Hai tuan pahlawan takdir
Apa risau ini si titik nadir?
Bukan ruang berita, tapi tembok cerita
Memangsa waktu dan fakta
Deras keluar bersama aksara-aksara tua
Yang akhirnya tertampung jadi segelas cerita dongeng jenaka
Nyatanya, semesta ini hanya sihir
Bodoh! sudah terlanjur khawatir
Terpaku pada permainan kata yang mahir
Kala tidak terjaga, disitu rasa lahir
Teruntuk tuan yang punya nama
Kau mau hanya mampir atau benar-benar hadir?
―Angin 98

Tidak ada komentar:
Posting Komentar