Dikala hujan turun,
membasahi pipi ku,
seperti tak ada cairan kepedihan yang jatuh dari dalam bola mata ini,
bak tetesan darah pada kain kesumba,
tak terdeteksi...
kau tahu?
Hati yang remuk membusuk dalam kerangka tubuh ini,
terbungkus oleh sunggingan indah di bibir...
Oh, pedihnya...
Layaknya sel-sel otak ku yang terus menjelajah keruang masa lalu,
menelaah setiap detik, menit, jam, hari....
hanya ingin mengingat mu,
yang dulu ada disisi ku.
Aku benci.....
disaat puluhan gunung menghalangi,
Ribuan kilometer jarak mengambilmu dari ku,
Bahkan selat, memutuskan pertemuan...
Aku ingin amnesia,
melupakan segala cerita tentang kita,
bak menghapus tulisan kertas dengan penghapus karet,
bahkan ketika aku tahu bahwa tak semudah itu.
Aku hanya ingin bilang.....
Ah,
Aku merindukan mu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar